Aku Menyaksikan Senyummu Sejak 2005, Aku Tak Akan Membiarkan Kanker Mengambilnya Begitu Saja

Ada satu hal tentang Vero yang selalu tertinggal di ingatan saya, caranya memegang bola basket mantap dan tenang, seolah bola itu memahami benar ritme tangannya. Bukan genggaman seorang atlet profesional, tapi genggaman seseorang yang menemukan rumah dalam permainan basket. Kami sudah bermain sejak 2005, ketika Lapangan Banteng masih menjadi tempat berkumpulnya komunitas basket kami. Tahun-tahunContinue reading “Aku Menyaksikan Senyummu Sejak 2005, Aku Tak Akan Membiarkan Kanker Mengambilnya Begitu Saja”