Peran Humas Sangat Strategis

Akhmad Zulfikri saat ini menduduki­ posisi sebagai Corporate Secretary PT Hotel Indonesia Natour (Persero). Dia dikenal banyak orang karena sosoknya yang mudah bergaul dan ramah. Kalau berbicara mengenai public relation atau kehumasan dengannya, ­mengalir bagaikan air yang tenang.

Bagi pria yang menjabat sebagai Anggota Bidang Kompetensi, Forum Humas BUMN 2016-2019, Humas merupakan posisi yang strategis dalam sebuah perusahaan. Fungsi ini akan berjalan baik jika posisinya berada di lingkup jajaran manajemen, dekat dengan pengambil keputusan dan dapat menerjemahkan strategi bisnis dalam berbagai kegiatan komunikasi, yang secara strategis dapat mendukung tujuan serta berdampak kepada bisnis.

Peran strategis lainnya adalah Humas mampu memperkuat corporate positioning dan menciptakan strategic engagement dengan para pemangku kepentingan. Posisi Humas juga  sangat berperan dalam menjadikan karyawan sebagai brand ambassador, karena karyawan sebagai aset perusahaan mampu merepresentasikan perusahaan di lingkungannya masing-­masing sehingga memperkuat citra dan ­menambah nilai bagi perusahaan.

Dalam menunjang dan mempermudah tugasnya yang begitu strategis, Humas mengandalkan pemanfaatan teknologi di-gital sebagai media komunikasi korporasi. Dengan kemunculan teknologi digital ini, Humas dapat menerima atau mengirimkan informasi lebih cepat dan mendapatkan feedback dengan cepat pula. “Kemajuan teknologi dapat membantu kita dalam mengatasi masalah yang mungkin muncul dari batas-batas jarak, ruang dan waktu,” ujar pria yang akrab disapa Fikri ini.

Makanya, di era teknologi yang semakin berkembang seperti sekarang, humas harus terus  update dengan teknologi digital dan media yang terus berkembang. Dan yang terpenting  mampu memanfaatkannya sebagai media komunikasi korporasi yang efektif dan efisien.

Peran Humas akan menjadi sangat lebih penting dan menentukan di era persaingan industri dewasa saat ini yang semakin ketat. Dalam situasi ini, Humas harus diberi kesempatan menjadi leader dan problem solver dalam suatu permasalahan korporasi yang eskalasinya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Peningkatan skill individunya juga harus ditingkatkan, terutama dalam sektor peningkatan teknik negosiasi dan pendalaman manajemen krisis serta kompetensi lain yang mendukung pekerjaan kehumasan. “Korporasi juga wajib mengirim Humas nya untuk benchmarking ke perusahaan sejenis baik dalam dan luar negeri serta mengikuti uji kompetensi kehumasan atau sertifikasi kehumasan yang dilakukan asosiasi atau badan sertifikasi resmi,” tambah Fikri yang juga Icon PR 2017/2018.

Dengan terbukanya peran Humas, membuka peluang dalam menciptakan sinergi  dan kerja sama yang kuat bagi perusahaan. Di samping itu, situasi demikian juga mampu melahirkan nilai keterbukaan informasi dan integritas perusahaan.

Sistem komunikasi internal yang terbuka dan humanis akan bisa lebih diterima bawahan, membuat karyawan merasa bersemangat de­ngan pekerjaan dan memicu produktivitas. “Komunikasi terbuka juga mampu membangkitkan loyalitas pelanggan untuk repeat order,” tambahnya  dengan penuh semangat.

Indikator keberhasilan kehumasan menurut Fikri, salah satunya adalah perubahan sikap publik yang tentunya dapat diukur dengan riset bukan melalui asumsi. Perubahan sikap publik ini juga dilakukan melalui serangkaian rencana kegiatan kehumasan yang terstruktur. Indikator lainnya adalah antara harapan pimpinan korporasi dan harapan publik atau harapan pemegang saham yang dapat dipenuhi oleh korporasi. “Selain kedua indikator di atas ada beberapa indikator lain yang dapat dijadikan target yaitu antara lain social media impressions, web traffic, mention oleh media ataupun mention oleh gate keeper serta engagement dari netizen, ujar Fikri dengan  mantap.

ditulis ulang dari http://www.majalahtrias.com/peran-humas-sangat-strategis.html dengan revisi update posisi hehehe