Tim 8 Covid-19 PERHUMAS Bantu Gugus Tugas DKI Jakarta Susun Strategi Komunikasi

Turut berperan aktif dalam membantu pemerintah dan masyarakat menangani Covid-19, PERHUMAS bekerja sama terkait penanganan strategi komunikasi Covid-19 dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta.

Guna menindaklanjuti kerja sama tersebut dibentuklah Tim 8 Covid-19 PERHUMAS yang di dalamnya meliputi anggota BPP PERHUMAS. Mereka adalah Emilia Bassar (Wakil Ketua Bidang Pelatihan dan Keanggotaan), Fardila Astari (Bidang Riset dan Kompetensi), Emmy Kuswandari (Bidang Pelatihan dan Keanggotaan), Diyan Yari (Bidang Pengembangan Badan Pengurus Cabang), Dian Agustine (Bidang Komunikasi dan Hubungan Antarlembaga), Akhmad Zulfikri (Bidang Kerjasama Strategis), Reylando Eka Putra (Bidang Pengembangan PERHUMAS Muda), dan Anggia Bahana Putri (Executive Secretary BPP PERHUMAS).

Kerja sama dimulai pada pertengahan Maret 2020. Menurut Ketua Umum BPP PERHUMAS Agung Laksamana, kontribusi bisa dilakukan bisa dalam bentuk apa saja, baik pemikiran, ide, rekrutmen relawan, maupun aksi nyata penggalangan dana.

“Khusus kerja sama ini tujuannya untuk meringankan kerja tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta dalam menyusun strategi komunikasi dalam pengambilan keputusan percepatan penanganan Covid-19. Tim PERHUMAS menerjemahkannya dalam detail strategi komunikasi berupa usulan konten setiap minggu,” ujar Agung.

Wakil Ketua Bidang Pelatihan dan Keanggotaan BPP PERHUMAS Emilia Bassar menambahkan, strategi komunikasi yang terstruktur serta terukur bertujuan untuk menggerakkan basis-basis komunitas hingga yang terkecil di masyarakat. Contohnya, dalam menyosialisasikan dan menyebarkan informasi terkait penanganan Covid-19, melakukan kontrol dan gerakan sosial yang terarah, dan saling mendukung untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan agar semua kebijakan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah dapat tersampaikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan persepsi yang beragam. “Pesan yang disampaikan adalah pesan yang menunjukkan rasa peduli dan empati sungguh-sungguh dari pemerintah terhadap masyarakat. Terutama, mereka yang terdampak langsung,”


Tim 8 Covid-19 PERHUMAS juga melakukan evaluasi terhadap semua kanal komunikasi Pemprov DKI, seperti website dan Instagram. Temuan awal di antaranya perlu adanya pembenahan hotline service, panduan gejala Covid-19, QnA seputar korona, kontak darurat yang harus mudah dicari, peta dan data rumah sakit rujukan yang mudah diakses oleh masyarakat, serta lokasi tempat masyarakat bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri. Selain itu, Tim 8 juga memerhatikan unggahan data di website dan kanal lain, infografis, layanan informasi untuk wartawan, penggunaan tagar, dan informasi terkini di newsroom.

Menurut Emilia, yang menantang dari tugas ini adalah membuat konten yang sesuai dengan strategi komunikasi yang sudah ada. Sementara pengukuran terhadap keberhasilan komunikasi baru bisa dilakukan dengan catatan adanya strategi komunikasi serta target audiens yang jelas. “Kerja pro-bono ini merupakan pekerjaan besar. Agar bisa segera memberikan bantuan nyata, kami ngebut mengerjakan tahap demi tahap,” ujarnya.

Tips Bertahan di Industri Pariwisata Saat dan Setelah Pandemi

Mungkin terlalu dini untuk menulis ini saat pandemi belum juga usai, apalagi saya bukan pemilik suatu perusahaan hanya pekerja di sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir, tapi saya mencoba menulis langkah-langkah ini mungkin bisa dikaji sebagai bahan pertimbangan untuk dilakukan agar organisasi bisa bertahan melewati pandemi.

Selama tiga bulan terakhir, Maret-Mei 2020 pariwisata di Indonesia berada pada titik terendah dikarenakan pariwisata adalah industri yang terdampak paling dalam saat periode pandemi berlangsung dan bisa jadi yang terakhir berangsur pulih karena pariwisata bukan kebutuhan pokok melainkan kebutuhan tersier. Banyak yang bilang pariwisata akan rebound di tahun 2021, mungkin saja benar akan tetapi segala sesuatu harus diperjuangkan dengan optimis bahwa recovery bisa terjadi lebih cepat tergantung bagaimana kita bereaksi bukan?

Kementerian/Lembaga, BUMN, Swasta, Organisasi termasuk individu membatalkan kegiatan dan wisata mereka, destinasi wisata sepi, tingkat hunian hotel-hotel sangat rendah, maskapai penerbangan beroperasi terbatas dan tidak ada lagi kegiatan MICE. Pariwisata akan bangkit kembali, tapi kapan? Organisasi harus menciptakan cara-cara baru dan kreatif untuk bertahan, baik inovasi dengan bisnis yang sudah ada ataupun menciptakan bisnis dan peluang baru yang mungkin bisa saja keluar dari kebiasaan.

Untuk memulai suatu kegiatan sebagai tanda pemulihan industri pariwisata, pelaku atau pemerintah harus inisiasi contoh dan praktek nyata bahwa kegiatan wisata bisa dilakukan dengan aman dengan protokol-protokol kesehatan dan pengalaman-pengalaman wisata yang baru.

Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang bisa dikaji untuk dilakukan agar organisasi bisa bertahan saat dan setelah pandemi;

Tindakan strategis
• Menghentikan operasional dan mengevaluasi posisi organisasi
• Menyesuaikan operasional sesuai dengan permintaan pasar
• Riset dan analisa pasar, segmen dan bisnis baru yang dapat diaktualisasikan.
• Mengembangkan strategi branding baru atau penyegaran merk.
• Bersama mitra mengadakan kerjasama strategis untuk mendapatkan cash in advance
• Relaksasi kewajiban kredit, pinjaman, hutang ke lembaga keuangan dan mitra kerjasama.
• Membentuk Tim Krisis.
• Berperan aktif dan berkolaborasi dengan industri dan pemerintah.
• Bersama asosiasi mengusulkan stimulus-stimulus strategis yang dapat di berikan Pemerintah untuk industri seperti misalnya penghapusan pajak, pelatihan tenaga kerja, dukungan peraturan dan kebijakan-kebijakan terkait pemulihan sektor pariwisata.

Keuangan
• Menekan Biaya Operasional, meminimalkan biaya tetap.
• Negosiasi dengan mitra kerjasama untuk mengatur persyaratan yang sesuai, memotong layanan yang belum menjadi prioritas.
• Uji stres tingkat satu dan tingkat dua.
• Menyiapkan dana tambahan untuk menyiapkan pemulihan ketika waktunya tepat.
• Menyiapkan dana untuk mendukung pelatihan ulang terkait keterampilan dalam bisnis proses atau produk baru.
• Menanamkan disiplin pemantauan arus kas yang memungkinkan prediksi arus kas dan melakukan intervensi secara tepat waktu.
• Waspada dengan dana talangan yang digunakan untuk kebutuhan operasional dan bukan digunakan untuk pengembangan karena dapat berdampak negative kepada perusahaan di kemudian hari.

Pemasaran
• Bekerja sama dengan industri untuk mengembangkan serangkaian paket yang dapat diluncurkan dalam waktu singkat dan mendapat benefit dalam waktu singkat. Paket dapat termasuk harga khusus untuk tiket pesawat, akomodasi, makanan, dan minuman, kegiatan yang menimbulkan ketertarikan khusus. Bisa berupa voucher diskon menarik, paket-paket menarik yang belum pernah ada sebelumnya menyesuaikan era normal baru dsb. Misal work from hotel, Paket Olahraga, Pay Now Stay Later, Staycation dsb
• Membatasi semua kegiatan pemasaran kecuali media baru.
• Tetap lakukan komunikasi dengan partner dan konsumen untuk selalu mengingatkan kesetiaan akan jasa dan produk,
• Manfaatkan teknologi untuk komunikasi ke stakeholder secara digital dan virtual dengan konsep yang menarik dan khusus.
• Memanfaatkan media sosial secara efektif.
• Fokus ulang anggaran promosi pada pasar domestik dan terdekat yang bertujuan untuk pasar lokal dan mempromosikan jasa dan produk.
• Mempromosikan kebersihan, kesehatan, keselamatan bagi wisatawan di destinasi tujuan serta di produk dan jasa yang di berikan.
• Sampaikan kepada wisatawan tentang tindakan yang akan diterapkan oleh destinasi (seperti pemeriksaan virus, tindakan keamanan lainnya)
• Fokus awalnya pada pasar domestik dan kawasan terdekat. Karena setiap negara pasti akan memulihkan pariwisatanya dengan menghimbau warganya untuk berwisata dalam negeri dahulu.

Sumber Daya Manusia
• Memastikan kesehatan pegawai menyiapkan kebutuhan serta prosedur kesehatan termasuk motivasi pegawai.
• Membuat aturan untuk pegawai yang kerja bekerja dari rumah, sistem pengukuran kinerja, pengembangan dan perlengkapannya
• Membuat analisa beban kerja dan kebutuhan organisasi saat pandemi dengan memperhitungkan efisiensi biaya tenaga kerja dan multi tugas dari setiap individu
• Restrukturisasi Organisasi menyesuaikan dengan era normal baru, era normal berikutnya dan era paska normal.
• Menyiapkan infrastruktur teknologi telekonferensi dan konferensi video.
• Memperhatikan sumber daya yang bekerja di garis depan dengan insentif atau manfaat khusus.

Operasi & Pengembangan
• Menyiapkan Prosedur Pelayanan, Prosedur Kesehatan Wisatawan, Prosedur Kesehatan Mitra Usaha sesuai dengan era normal baru dan memastikan dieksekusi serta di evaluasi berkala.
• Merawat aset, agar usai pandemi bisa beroperasi dengan baik.
• Evaluasi belanja modal dan biaya operasional perusahaan.
• Update dengan peraturan terbaru dari unsur kesehatan dan berkomunikasi untuk pelaksanaan dengan unsur kesehatan di unit operasional perusahaan.
• Meningkatkan kebersihan dan sanitasi.
• Menerapkan teknologi yang bermanfaat untuk di aplikasikan terkait dengan prosedur-prosedur baru.
• Membangun sistem dan platform online untuk bisnis baru.
• Mencari mitra strategis untuk pemanfaatan idle asset dan pengembangan usaha


Komunikasi & Tanggung Jawab Sosial
• Mengembangkan strategi hubungan masyarakat dan menerapkannya di tingkat masyarakat untuk berbicara tentang manfaat pariwisata dan mengingatkan orang untuk menyambut wisatawan dengan baik ketika waktunya tepat.
• Kerjasama dengan otoritas kesehatan untuk sosialisasi meminimalkan penyebaran wabah.
• Menawarkan pelatihan dan pelatihan pengembangan bagi orang-orang dan mitra binaan atau UMKM untuk mengembangkan keterampilan dan bekerja sama dengan perusahaan di masa depan.
• Tetap melakukan Komunikasi kepada stakeholder terkait perkembangan dan peran perusahaan termasuk update dari Tim Krisis secara tepat waktu.
• Tentukan satu juru bicara diluar Pimpinan perusahaan.
• Memanfaatkan media sosial secara efektif dengan konten yang update dan bervariasi.
• Keluarkan pesan utama bahwa sudah siap untuk kedatangan wisatawan dan bisnis dengan protokol kesehatan sesuai pandemi. Sampaikan kepada mitra kerjasama, biro perjalanan, Online Travel Agent, serta saluran pendapatan lainnya.
• Gunakan pihak ketiga, opinion leader yang cocok dan terjangkau untuk menyampaikan pesan
• Terus publikasikan hal-hal positif, berita positif tentang kebangkitan kedatangan wisatawan, kebersihan dan kesehatan, pembangunan kembali dan peningkatan infrastruktur serta dukungan masyarakat dan pemerintah.
• Melaporkan dan memantau kemajuan, mempublikasikan perubahan dan peningkatan yang dilakukan.
• Kolaborasi dengan pemerintah di semua tingkatan untuk menyampaikan pesan yang konsisten kepada konsumen
• Dorong pemerintah dan penduduk setempat untuk mengunjungi tempat wisata atau tempat-tempat lokal terlebih dahulu. Orang-orang lebih sadar akan situasi sebenarnya dari epidemi lokal, sehingga mereka lebih percaya diri untuk melakukan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata di daerah setempat.
• Jelaskan proses pelaksanaan sanitasi di Destinasi Tujuan Wisata.
• Mempromosikan pariwisata keberlanjutan, menghargai alam dan mendidik wisatawan untuk tidak merusak lingkungan fisik dan sosial.

Karakter Produk dan Pelayanan Pada Saat Pandemi

Organisasi harus ON+LINE dalam era normal baru!
O > ON THE GO (Mudah Dibawa, Dikirim & Di-akses)
Produk atau Jasa Anda harus mudah dibeli dengan dibawa, dikirim, atau di-akses melalui mobile devices dan laptopN > NEAT (Rapi & Bersih)
Produk Anda harus mencerminkan kualitas tinggi & dapat dipercaya
L > LOUD (Terdengar Beda dengan Keras)
Produk Anda harus punya Discriminator atau Pembeda & “bersuara” keras di pasar Anda
I > INTERNET (Tersedia di/melalui Internet)
Produk Anda tersedia, mudah ditemukan & mudah dibeli di/melalui internet
N > NOVELTY (Selalu Ada Pembaruan)
Produk Anda selalu harus diperbarui, baik relaunch atau launch sebagai inovasi
E > ENVIRONMENTAL & HEALTH (Ramah Lingkungan & Kesehatan)
Produk Anda ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) & sehat bagi yang menggunakannya (health concious).

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Jika ada yang belum berkenan mohon dapat dimaafkan karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: Pengalaman di Organisasi, Webinar Pariwisata, Kolega, Peter Tarlow dan Y. Pauly

Konvensi Nasional Humas 2019

Mengusung tema Kearifan Lokal Solusi Global, Konvensi Nasional Humas 2019 hadir di Yogyakarta pada tanggal 16-17 Desember 2019.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian dan tantangan yang semakin kompleks. Dibutuhkan lebih dari sekadar keahlian praktikal, humas harus mempertimbangkan berbagai aspek termasuk kearifan lokal.

Pepatah, Filosofi, Falsafah, Kata Bijak adalah beberapa contoh yang bisa kita gali untuk bisa kita terapkan dalam perencanaan dan strategi komunikasi. Dengan keberagaman yang kita miliki dan harmoni masyarakat yang terjalin menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Kita perlu membangun peta jalan Humas Indonesia yang mampu menjawab tantangan melalui kearifan lokal bangsa Indonesia.

Pariwisata Sebagai Ujung Tombak Reputasi Indonesia

Setiap negara adalah sebuah merek
Ini adalah perspektif dalam memandang suatu negara, artinya setiap negara memiliki citra di benak orang-orang yang berada di belahan dunia lain. Beberapa negara dikenal karena hal-hal yang baik, ada yang buruk, dan ada juga negara yang belum dikenal. Kelompok Negara yang belum dikenal ini yang paling memiliki peluang terbesar untuk membangun merek dari awal. Sejarah mereka atau peristiwa terkini, seperti yang dijelaskan oleh orang lain (sejarawan, media massa, dll) telah membentuk citra negara tersebut, baik atau buruk.

Pemerintah harus menjadi katalisator proses branding
Setiap negara harus mengendalikan mereknya sendiri. Artinya harus ada investasi dan manajemen pengelolaan merek dari sebuah negara. Ini adalah tugas yang harus dipimpin oleh pemerintah. Namun apakah menjadi tanggung jawab pemerintah saja dalam mengelola merek ini? Tentu tidak, pemerintah harus mendapatkan dukungan dari semua pemangku kepentingan utama, komunitas bisnis dsb. Langkah –langkah strategis serta inisiatif yang jelas bermanfaat harus dilakukan, dukungan-dukungan akan mengalir dari semua elemen masyarakat.

Faktor Penunjang Reputasi Negara
Menurut Reputation Institute ada Tiga faktor yang dapat mendorong reputasi nasional:

  1. 37,9% berasal dari persepsi terhadap lingkungan, antara lain:
    a. Perlakuan terhadap tamu asing,
    b. keindahan alam,
    c. gaya hidup,
    d. kesehatan lingkungan.
  2. 37% dari tata kelola negara, antara lain:
    a. keselamatan publik,
    b. transparansi dan tingkat korupsi yang rendah
    c. tanggung jawab internasional dan aktif dalam komunitas global
    d. kebijakan sosial dan ekonomi.
  3. 25,1% dari ekonomi negara antara lain:
    a. Tenaga kerja yang berpendidikan dan andal,
    b. kontribusi terhadap budaya global,
    c. Produk dan layanan yang berkualitas tinggi dan dikenal.
    d. Handal dalam Teknologi.

Pariwisata sebagai ujung tombak Reputasi
Menurut GoodNews From Southeast Asia, Pada tahun 2018 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 15,8 juta wisman, berada di urutan ke 4 di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura serta Vietnam yang terus mendekati di posisi ke 5 dengan pencapaian 15,4 juta wisman.
Pariwisata adalah cerminan untuk memberikan gambaran suatu negara kepada dunia internasional. Baik dan buruknya wajah Negara di mata global sedikit banyak akan ditentukan bagaimana Negara tersebut memperlakukan, menata, sekaligus mengelola sektor pariwisata.
Begitu pun kaitannya dengan perekonomian, pariwisata ialah pilar pembangunan yang harus terus dikedepankan. Pariwisata berpotensi menjadi leading sektor perekonomian nasional Karena pariwisata merupakan industri yang paling mudah dan cepat menghasilkan devisa. Ia juga punya multiplier effect tinggi. Ketika pariwisata bekerja, pada saat itu pula ekonomi masyarakat akan bergerak dan lapangan kerja tercipta. Target 20 juta wisman pada tahun 2019 harus di dukung oleh segenap masyarakat.

Peran Humas dalam Pertumbuhan Pariwisata
Indonesia punya modal kuat di sektor pariwisata dengan keindahan, kekayaan alam, serta keanekaragaman budaya yang luar biasa, mungkin bisa disebut salah satu yang terbaik di dunia. Untuk memicu perubahan berikut usulan narasi utama yang bisa di bangun oleh humas terkait mempercecpat pertumbuhan pariwisata di Indonesia

  1. Warga Negara Indonesia adalah warga yang ramah terhadap tamu asing.
  2. Indonesia adalah tempat yang aman.
  3. Indonesia adalah tempat yang indah.
  4. Indonesia adalah negara yang menyenangkan.
  5. Indonesia kaya dengan sejarah serta kebudayaan yang beraneka ragam.

Langkah Komunikasi Strategis

  1. Internalisasikan nilai-nilai yang ingin dicapai kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan baru kemudian nilai-nilai tersebut di internasionalisasi.
  2. Identifikasi sumber daya dan tentukan target negara yang di tuju sebagai pasar potensial.
  3. Memahami reputasi Indonesia saat ini dan menetapkan harapan masyarakat global akan Indonesia.
  4. Sesuaikan pengiriman pesan dengan realisasi.
  5. Mengintegrasikan tim yang bertanggung jawab atas reputasi Indonesia.
  6. Menggunakan influencer Global dan juga merek-merek terkemuka Indonesia yang reputasi nya sudah mendunia untuk mendorong reputasi negara.
  7. Evaluasi dan Monitor atas kemajuan yang terjadi.

Peran Humas Sangat Strategis

Akhmad Zulfikri saat ini menduduki­ posisi sebagai Corporate Secretary PT Hotel Indonesia Natour (Persero). Dia dikenal banyak orang karena sosoknya yang mudah bergaul dan ramah. Kalau berbicara mengenai public relation atau kehumasan dengannya, ­mengalir bagaikan air yang tenang.

Bagi pria yang menjabat sebagai Anggota Bidang Kompetensi, Forum Humas BUMN 2016-2019, Humas merupakan posisi yang strategis dalam sebuah perusahaan. Fungsi ini akan berjalan baik jika posisinya berada di lingkup jajaran manajemen, dekat dengan pengambil keputusan dan dapat menerjemahkan strategi bisnis dalam berbagai kegiatan komunikasi, yang secara strategis dapat mendukung tujuan serta berdampak kepada bisnis.

Peran strategis lainnya adalah Humas mampu memperkuat corporate positioning dan menciptakan strategic engagement dengan para pemangku kepentingan. Posisi Humas juga  sangat berperan dalam menjadikan karyawan sebagai brand ambassador, karena karyawan sebagai aset perusahaan mampu merepresentasikan perusahaan di lingkungannya masing-­masing sehingga memperkuat citra dan ­menambah nilai bagi perusahaan.

Dalam menunjang dan mempermudah tugasnya yang begitu strategis, Humas mengandalkan pemanfaatan teknologi di-gital sebagai media komunikasi korporasi. Dengan kemunculan teknologi digital ini, Humas dapat menerima atau mengirimkan informasi lebih cepat dan mendapatkan feedback dengan cepat pula. “Kemajuan teknologi dapat membantu kita dalam mengatasi masalah yang mungkin muncul dari batas-batas jarak, ruang dan waktu,” ujar pria yang akrab disapa Fikri ini.

Makanya, di era teknologi yang semakin berkembang seperti sekarang, humas harus terus  update dengan teknologi digital dan media yang terus berkembang. Dan yang terpenting  mampu memanfaatkannya sebagai media komunikasi korporasi yang efektif dan efisien.

Peran Humas akan menjadi sangat lebih penting dan menentukan di era persaingan industri dewasa saat ini yang semakin ketat. Dalam situasi ini, Humas harus diberi kesempatan menjadi leader dan problem solver dalam suatu permasalahan korporasi yang eskalasinya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Peningkatan skill individunya juga harus ditingkatkan, terutama dalam sektor peningkatan teknik negosiasi dan pendalaman manajemen krisis serta kompetensi lain yang mendukung pekerjaan kehumasan. “Korporasi juga wajib mengirim Humas nya untuk benchmarking ke perusahaan sejenis baik dalam dan luar negeri serta mengikuti uji kompetensi kehumasan atau sertifikasi kehumasan yang dilakukan asosiasi atau badan sertifikasi resmi,” tambah Fikri yang juga Icon PR 2017/2018.

Dengan terbukanya peran Humas, membuka peluang dalam menciptakan sinergi  dan kerja sama yang kuat bagi perusahaan. Di samping itu, situasi demikian juga mampu melahirkan nilai keterbukaan informasi dan integritas perusahaan.

Sistem komunikasi internal yang terbuka dan humanis akan bisa lebih diterima bawahan, membuat karyawan merasa bersemangat de­ngan pekerjaan dan memicu produktivitas. “Komunikasi terbuka juga mampu membangkitkan loyalitas pelanggan untuk repeat order,” tambahnya  dengan penuh semangat.

Indikator keberhasilan kehumasan menurut Fikri, salah satunya adalah perubahan sikap publik yang tentunya dapat diukur dengan riset bukan melalui asumsi. Perubahan sikap publik ini juga dilakukan melalui serangkaian rencana kegiatan kehumasan yang terstruktur. Indikator lainnya adalah antara harapan pimpinan korporasi dan harapan publik atau harapan pemegang saham yang dapat dipenuhi oleh korporasi. “Selain kedua indikator di atas ada beberapa indikator lain yang dapat dijadikan target yaitu antara lain social media impressions, web traffic, mention oleh media ataupun mention oleh gate keeper serta engagement dari netizen, ujar Fikri dengan  mantap.

ditulis ulang dari http://www.majalahtrias.com/peran-humas-sangat-strategis.html dengan revisi update posisi hehehe

Peran dan Fungsi Strategis Public Relations, Membangun Reputasi Indonesia

Kadoku untuk 73 Tahun Indonesia Merdeka

Reputasi sebuah negara biasanya terkait dengan kekayaan ekonomi dan kedudukannya di mata internasional. Untuk mengembalikan reputasi yang pernah terpuruk atas sebuah krisis, beberapa negara mengandalkan agensi Public Relations (PR). Tapi apakah dengan mengelola reputasi, PR bisa benar-benar menyelamatkan negara dari krisis?

Manfaat dari Reputasi yang baik, dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan uangnya di Indonesia baik melalui sektor pembangunan, pariwisata, tambang, transportasi serta dalam berbagai industry lainnya. Selain itu reputasi juga mempunyai ‘kekuatan tidak terlihat’ dalam bentuk pengaruh politik, diplomatik dan budaya. PR dapat melihat potensi dan kompleksitas dari suatu negara menjadi cerita yang menarik, selain itu PR juga dapat membangun hubungan baik dengan komunitas internasional. Tetapi mengubah persepsi global merupakan tantangan yang tidak mudah. Stereotip dan keyakinan tentang karakter bangsa seringkali terpatri sehingga menimbulkan pola pikir akan karakter negara tersebut.

Kepercayaan global terhadap Indonesia meningkat seiring dilaksanakannya Perhelatan akbar Asian Games dan Asian Para Games 2018 kemarin, saat yang tepat untuk Indonesia melanjutkan meningkatkan citranya di mata dunia internasional.

Tetapi kekuatan komunikasi untuk mengubah persepsi pada akhirnya dibatasi oleh perilaku suatu negara. Respons negara terhadap suatu kejadian internasional sangat memengaruhi citra negara tersebut di mata dunia internasional. Suatu negara dinilai berdasarkan apa yang dilakukannya, sampai layak mendapatkan reputasinya. PR adalah alat implementasi yang berguna, tetapi tidak bisa mendorong proses. Hanya kenegaraan yang bisa, begitu kata Marian Salzman, Presiden Euro RSCG Worldwide PR.

Pada 18 Agustus 2018 kepercayaan global terhadap Indonesia meningkat seiring dilaksanakannya Perhelatan akbar Asian Games, saat yang tepat untuk Indonesia meningkatkan citranya di mata dunia internasional. Kekuatan budaya negara juga harus dimanfaatkan, terutama mengingat Indonesia adalah negara yang terkenal dengan keramahtamahan dan keindahan alamnya. Iklim ini dapat menjadi salah satu alasan kenapa harus berinvestasi di Indonesia.

Adapun strategi PR yang disarankan adalah sebagai berikut;

Pertama, tingkatkan kehangatan dengan dunia internasional melalui pertukaran pelajar, pemikir dan seniman. Pengalaman pribadi adalah obat terbaik untuk membalikkan stereotip yang tidak adil tentang Indonesia. Sebagai contohnya dalam level nasional adalah inisiasi yang di lakukan Kementerian BUMN dalam program Siswa Mengenal Nusantara, yaitu program pertukaran siswa di seluruh Provinsi di Indonesia untuk saling mempelajari budaya, adat istiadat serta pariwisata dan kepemerintahan.

Kedua, ciptakan duta ‘wajah Indonesia’ yang ramah untuk tampil secara teratur di media internasional. Ukur kesuksesan dengan tampilan media dan penelitian akan persepsi.

Ketiga, membuat narasi tentang hal positif yang ada di Indonesia. Narasi juga meliputi bahwa Indonesia siap untuk Asian Games dan event internasional lainnya serta memublikasikan pembangunan infrastruktur besar-besaran yang terjadi.

Keempat, untuk branding pariwisata, fokus dan komunikasikan tanpa henti, reputasi internasional yang kuat akan keindahan alam dan keragaman budaya akan membuat Indonesia menjadi destinasi nomor satu di dunia. Ukur keberhasilan dengan kedatangan wisatawan mancanegara dan oleh kata-kata dari mulut dan media sosial yang positif.

Kelima, sebagai tuan rumah perhelatan akbar Asian Games 2018, ini adalah peluang terbaik Indonesia dalam waktu dekat ini untuk menaikkan citranya dengan mendorong sebanyak mungkin wisatawan masuk untuk menyaksikan event olahraga terbesar se-Asia ini.

Keenam, buatlah inisiatif komunikasi nasional yang terintegrasi dan strategis yang mengarah pada reputasi Indonesia. Libatkan sektor publik dan swasta, tetapi pemerintahlah yang harus bertindak sebagai katalis dalam memobilisasi kemitraan publik/swasta untuk mencapai hal ini. Kesatuan dan rasa tujuan yang akan tercermin akan sangat penting untuk memastikan semua orang Indonesia bertindak sebagai duta besar untuk negara ini. Sukses akan mudah diukur dalam hal stadion olahraga yang penuh sesak, hotel dan destinasi wisata yang ramai, transportasi umum yang membaik dan peningkatan ekonomi domestik. Yang paling penting, itu akan tercermin dalam ekuitas reputasi positif yang dihasilkan oleh pementasan acara global yang sukses.

Saatnya bertindak sekarang, Untuk Indonesia.

Kadoku untuk 73 Tahun Indonesia Merdeka.

one fine day at Gelora Bung Karno
Senayan Jakarta

PR itu apa sih?

Dalam pandangan saya praktisi Public Relations adalah jembatan komunikasi dari suatu perusahaan / lembaga atau organisasi kepada stakeholder nya. Stakeholder disini saya bagi menjadi dua bagian yaitu Stakeholder Internal seperti Pemegang saham, Manajemen serta karyawan termasuk keluarganya serta pensiunan, sedangkan Stakeholder eksternal adalah Media, Pemerintah, DPR, Komunitas serta Konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.

Seorang Public Relations selain sebagai penghubung juga harus bisa menjadi juru bicara dari sebuah perusahaan dan menjadi perwakilan dari perusahaan dalam setiap kegiatan korporasi misalnya berupa pertemuan, diskusi dsb.

Public Relations yang ideal adalah yang bisa netral dan bisa menjadi penyambung lidah antara karyawan / serikat karyawan kepada jajaran top manajemen perusahaan karena tidak semua hubungan antara serikat karyawan dengan top manajemen harmonis. Dalam hal ini PR harus bisa memposisikan diri netral yaitu berdiri di antara kedua pihak sebagai mediator.

Suatu hal yang tidak kalah penting yaitu PR harus berfikir strategis dan bisa menyiapkan konten untuk mempengaruhi opini public dan agenda setting serta tahan banting terhadap tekanan dari berbagai pihak apalagi dalam waktu perusahaan sedang mengalami krisis dan harus siap sedia standby 24 jam mengawal krisis tersebut.

Jadi PR itu bukan hanya penampilan serta gaya busana yang baik, itu hanya pelengkap dari hal – hal di atas yang telah disebutkan sebelumnya. Hal pendukung lainnya adalah hobby yang mendukung dengan profesi ini yaitu hobby membaca dan menulis karena profesi ini tidak jauh dari kedua hal tersebut. Digital savy juga menjadi salah satu persyaratan karena PR juga mengelola kanal digital perusahaan.