Tim 8 Covid-19 PERHUMAS Bantu Gugus Tugas DKI Jakarta Susun Strategi Komunikasi

Turut berperan aktif dalam membantu pemerintah dan masyarakat menangani Covid-19, PERHUMAS bekerja sama terkait penanganan strategi komunikasi Covid-19 dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta.

Guna menindaklanjuti kerja sama tersebut dibentuklah Tim 8 Covid-19 PERHUMAS yang di dalamnya meliputi anggota BPP PERHUMAS. Mereka adalah Emilia Bassar (Wakil Ketua Bidang Pelatihan dan Keanggotaan), Fardila Astari (Bidang Riset dan Kompetensi), Emmy Kuswandari (Bidang Pelatihan dan Keanggotaan), Diyan Yari (Bidang Pengembangan Badan Pengurus Cabang), Dian Agustine (Bidang Komunikasi dan Hubungan Antarlembaga), Akhmad Zulfikri (Bidang Kerjasama Strategis), Reylando Eka Putra (Bidang Pengembangan PERHUMAS Muda), dan Anggia Bahana Putri (Executive Secretary BPP PERHUMAS).

Kerja sama dimulai pada pertengahan Maret 2020. Menurut Ketua Umum BPP PERHUMAS Agung Laksamana, kontribusi bisa dilakukan bisa dalam bentuk apa saja, baik pemikiran, ide, rekrutmen relawan, maupun aksi nyata penggalangan dana.

“Khusus kerja sama ini tujuannya untuk meringankan kerja tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta dalam menyusun strategi komunikasi dalam pengambilan keputusan percepatan penanganan Covid-19. Tim PERHUMAS menerjemahkannya dalam detail strategi komunikasi berupa usulan konten setiap minggu,” ujar Agung.

Wakil Ketua Bidang Pelatihan dan Keanggotaan BPP PERHUMAS Emilia Bassar menambahkan, strategi komunikasi yang terstruktur serta terukur bertujuan untuk menggerakkan basis-basis komunitas hingga yang terkecil di masyarakat. Contohnya, dalam menyosialisasikan dan menyebarkan informasi terkait penanganan Covid-19, melakukan kontrol dan gerakan sosial yang terarah, dan saling mendukung untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan agar semua kebijakan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah dapat tersampaikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan persepsi yang beragam. “Pesan yang disampaikan adalah pesan yang menunjukkan rasa peduli dan empati sungguh-sungguh dari pemerintah terhadap masyarakat. Terutama, mereka yang terdampak langsung,”


Tim 8 Covid-19 PERHUMAS juga melakukan evaluasi terhadap semua kanal komunikasi Pemprov DKI, seperti website dan Instagram. Temuan awal di antaranya perlu adanya pembenahan hotline service, panduan gejala Covid-19, QnA seputar korona, kontak darurat yang harus mudah dicari, peta dan data rumah sakit rujukan yang mudah diakses oleh masyarakat, serta lokasi tempat masyarakat bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri. Selain itu, Tim 8 juga memerhatikan unggahan data di website dan kanal lain, infografis, layanan informasi untuk wartawan, penggunaan tagar, dan informasi terkini di newsroom.

Menurut Emilia, yang menantang dari tugas ini adalah membuat konten yang sesuai dengan strategi komunikasi yang sudah ada. Sementara pengukuran terhadap keberhasilan komunikasi baru bisa dilakukan dengan catatan adanya strategi komunikasi serta target audiens yang jelas. “Kerja pro-bono ini merupakan pekerjaan besar. Agar bisa segera memberikan bantuan nyata, kami ngebut mengerjakan tahap demi tahap,” ujarnya.

Pariwisata Sebagai Ujung Tombak Reputasi Indonesia

Setiap negara adalah sebuah merek
Ini adalah perspektif dalam memandang suatu negara, artinya setiap negara memiliki citra di benak orang-orang yang berada di belahan dunia lain. Beberapa negara dikenal karena hal-hal yang baik, ada yang buruk, dan ada juga negara yang belum dikenal. Kelompok Negara yang belum dikenal ini yang paling memiliki peluang terbesar untuk membangun merek dari awal. Sejarah mereka atau peristiwa terkini, seperti yang dijelaskan oleh orang lain (sejarawan, media massa, dll) telah membentuk citra negara tersebut, baik atau buruk.

Pemerintah harus menjadi katalisator proses branding
Setiap negara harus mengendalikan mereknya sendiri. Artinya harus ada investasi dan manajemen pengelolaan merek dari sebuah negara. Ini adalah tugas yang harus dipimpin oleh pemerintah. Namun apakah menjadi tanggung jawab pemerintah saja dalam mengelola merek ini? Tentu tidak, pemerintah harus mendapatkan dukungan dari semua pemangku kepentingan utama, komunitas bisnis dsb. Langkah –langkah strategis serta inisiatif yang jelas bermanfaat harus dilakukan, dukungan-dukungan akan mengalir dari semua elemen masyarakat.

Faktor Penunjang Reputasi Negara
Menurut Reputation Institute ada Tiga faktor yang dapat mendorong reputasi nasional:

  1. 37,9% berasal dari persepsi terhadap lingkungan, antara lain:
    a. Perlakuan terhadap tamu asing,
    b. keindahan alam,
    c. gaya hidup,
    d. kesehatan lingkungan.
  2. 37% dari tata kelola negara, antara lain:
    a. keselamatan publik,
    b. transparansi dan tingkat korupsi yang rendah
    c. tanggung jawab internasional dan aktif dalam komunitas global
    d. kebijakan sosial dan ekonomi.
  3. 25,1% dari ekonomi negara antara lain:
    a. Tenaga kerja yang berpendidikan dan andal,
    b. kontribusi terhadap budaya global,
    c. Produk dan layanan yang berkualitas tinggi dan dikenal.
    d. Handal dalam Teknologi.

Pariwisata sebagai ujung tombak Reputasi
Menurut GoodNews From Southeast Asia, Pada tahun 2018 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 15,8 juta wisman, berada di urutan ke 4 di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura serta Vietnam yang terus mendekati di posisi ke 5 dengan pencapaian 15,4 juta wisman.
Pariwisata adalah cerminan untuk memberikan gambaran suatu negara kepada dunia internasional. Baik dan buruknya wajah Negara di mata global sedikit banyak akan ditentukan bagaimana Negara tersebut memperlakukan, menata, sekaligus mengelola sektor pariwisata.
Begitu pun kaitannya dengan perekonomian, pariwisata ialah pilar pembangunan yang harus terus dikedepankan. Pariwisata berpotensi menjadi leading sektor perekonomian nasional Karena pariwisata merupakan industri yang paling mudah dan cepat menghasilkan devisa. Ia juga punya multiplier effect tinggi. Ketika pariwisata bekerja, pada saat itu pula ekonomi masyarakat akan bergerak dan lapangan kerja tercipta. Target 20 juta wisman pada tahun 2019 harus di dukung oleh segenap masyarakat.

Peran Humas dalam Pertumbuhan Pariwisata
Indonesia punya modal kuat di sektor pariwisata dengan keindahan, kekayaan alam, serta keanekaragaman budaya yang luar biasa, mungkin bisa disebut salah satu yang terbaik di dunia. Untuk memicu perubahan berikut usulan narasi utama yang bisa di bangun oleh humas terkait mempercecpat pertumbuhan pariwisata di Indonesia

  1. Warga Negara Indonesia adalah warga yang ramah terhadap tamu asing.
  2. Indonesia adalah tempat yang aman.
  3. Indonesia adalah tempat yang indah.
  4. Indonesia adalah negara yang menyenangkan.
  5. Indonesia kaya dengan sejarah serta kebudayaan yang beraneka ragam.

Langkah Komunikasi Strategis

  1. Internalisasikan nilai-nilai yang ingin dicapai kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan baru kemudian nilai-nilai tersebut di internasionalisasi.
  2. Identifikasi sumber daya dan tentukan target negara yang di tuju sebagai pasar potensial.
  3. Memahami reputasi Indonesia saat ini dan menetapkan harapan masyarakat global akan Indonesia.
  4. Sesuaikan pengiriman pesan dengan realisasi.
  5. Mengintegrasikan tim yang bertanggung jawab atas reputasi Indonesia.
  6. Menggunakan influencer Global dan juga merek-merek terkemuka Indonesia yang reputasi nya sudah mendunia untuk mendorong reputasi negara.
  7. Evaluasi dan Monitor atas kemajuan yang terjadi.

Kesan menjadi Juri Rookie Star PR 2018

Seru! Program PR yang disampaikan bagus semua, diskusi berjalan interaktif. Membuat saya optimis akan regenerasi penerus PR di masa depan

Secara keseluruhan, teman-teman rookie menyampaikan program sangat baik. Menurut saya ada beberapa hal yang perlu di tingkatkan yaitu jaringan untuk memaksimalkan potensi, digital platform untuk saluran komunikasi serta penentuan target audiens yang tepat agar program dapat disampaikan tepat sasaran. Program kampanye tersebut bisa di teruskan tidak terbatas hanya untuk keperluan penjurian rookie stars ini dan saya siap berkolaborasi*

Semua tim mempunyai kesan dan keunikan masing-masing, akan tetapi saya lebih ke program yang mudah untuk direalisasikan serta jelas ukurannya seperti misalnya Kampanye bahasa tuna rungu/ SamaRata dan Kampanye Permainan Tradisional dengan tagline “Lupakan gadgetmu ayo main di luar”*

Optimism is in the air”. Mereka berbakat dan what I love the most is mereka punya passion terhadap apa yang mereka lakukan bukan sekedar hanya karena ingin mengikuti ajang ini.